Senin, 07 September 2015

Bintang yang merindukan sang bulan

Bintang yang merindukan sang Bulan
            Hari itu langit memang tak seindah dari hari hari sebelumnya,
Bintang  resah, hari ini dia tidak melihat sang Bulandia takut “Dimanakah sang bulan?”.
Perasaan itu semakin menjadi jadi,, senyum yang biasanya hadir kini hilaang tanpa sebab..
Siangpun berlalu,, bergantilah dengan angin malam yang sangat menusuk ... bintang menatap langit diapun terkejut kemanakah larinya bintang dan Bulanyang malam ini tak menerangi bumi. Perrlahan air mata sang bintang itu jatuh entah kenapa? Dia bingung, “ Tuhan ada apa ini,, semua ini bertanda apa?? “ rasa takut itu semakin meluap...
Kemanakah sang Bulan?? Tuhan jagakan bulan, lindungilah setiap langkah kakinya.
Malampun semakin larut ,, tak bisa tidur memang.
Sang surya kini mulai mengintip, intipan yang begitu manis tapi sayang hati Bintang saat itu sedang GALAU. Pagi yang terang kini berubah menjadi kelam,,
Tak semangat hari itu, kemanakah senyum sang Bulan, hati semakin kacaau...

            Sore pun hampir habis, namun bintang tak juga menemukan bulan. BULANkemana?
Malampun datang, lagi laagi Bulanbersinar terang,, bintang hanyalah bisa memandangi Bulanpurnama itu dengan seorang diri tanpa sang Bulan,, Bulankemanakaah dirimu?
Sampai kapan aku haruss menanti datangnya dirimu?? Diri indah itu.
Bintang  memutuskan untuk tidur saja,, tak bermimpi.
Sekian beberapa hari Bulantak ada kabar,, tiba tiba datanglah sosok lelaki, sosok yang dia kenali, yah benar sosok itu BULAN,, sosok yaang selama ini dia nanti....
Senyum itu kembali hadir, hadir dalam hidup bintang. Bintang yang selama ini kelam kini dia mulai menampakkan sinarnya.. senyum manis itu mulai muncul lagi. Yeahh bintang tak lagi seendiri......

            Waktu terus melangkah tiada henti. Tatapan kosong dalam  matanya...
Pagi itu menyapanya, bintang hanya bisa diam dan menatap kearah sana, disana aada Bulan
bintang hanya bisa memandangnya dari jauh saat dia mencuci mobil saat dia mengelap kaca, dia hanyalah bisa memandangnya .... ingin rasanya menyapa tapi bintang takut, takut dengan orang disekelilingnya. Cercaan dari mereka satu persatu menghampiri tubuhnya yang lemah luapan air mata itu tak kuasa terbendung lagi...
mungkin yang dialami oleh sang Bulanlebih berat, bintang tau itu tapi kenapa Bulan tak pernah cerita sediktpun tentang hal itu.

            Bulan sosok pria yang luar biasa hebatnya sampai bintangpun enggan melepaskan bulan. Bintang selalu berfikir bahwa bulanlah pelabuhan terakhirnya. Tak terbayang sebelumnya sedikitpun tak ada tanda tanda tapi Allah berkehendak lain, Allah mempertemukan mereka dengan jalan yang begitu indah, rrutee yang belum dia temukan sebelumnya. Kekuasaan Allah yang memang luarbiasa yang tak seorangpun bisa mencegahnya. Siapapun takkan pernah ada yang bisa mencegahnya. Bintang teringgat bahwa dia meminta seorang malaikat, dan kini malaikat itu hadir yaitu bulan.
Bulan berhasil mendapatkan hati sang bintang, meski saat ini mereka haruslah saling berjuang.



Aku yakin dialah IMAMKU J

0 komentar:

Posting Komentar